Biasanya disaat kita mulai belajar untuk mendalami Ilmu Akuntansi, nah materi yang satu ini pasti tidak akan tertinggal dari dasar Ilmu Akuntasi, semuanya pasti belajar namannya Persamman Dasar Akuntansi,
Persamaan akuntansi adalah suatu persamaan yang menunjukkan jumlah harta kekayaan suatu perusahaan yang selalu sama dengan penjumlahan dari hutang dan modal perusahaan tersebut. Dengan formula yang lain berarti, jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan dikurangi dengan jumlah hutangnya (kewajibannya) sama dengan modal pemilik.
UNSUR-UNSUR PERSAMAAN AKUNTANSI
A K T
I V A
A. Kas ( Cash ) adalah alat pembayaran yang dimiliki perusahaan dan siap
digunakan , seperti cek kontan, uang tunai (uang kertas dan uang logam ).
B. Piutang ( Account Receivable) adalah hak perusahaan yang masih dibawa oleh pihak lain.
Seperti tagihan atas penjualan, tagihan kepada karyawan atas pinjamannya ke
perusahaan.
C.
Perlengkapan Kantor ( Office Supplies) adalah barang/bahan
pelengkap aktivitas perusahaan yang
biasanya berumur pendek (kurang dari satu tahun) yang habis karena pemakaian,
seperti kertas, pulpen, tinta, dll.
D. Peralatan Kantor (
Office Equipments) adalah alat-alat yang
dimiliki perusahaan dan digunakan dalam operasi jangka panjang, seperti : meja,
kursi, komputer, dsb.
1.
Kendaraan (Vehicles) adalah alat transportasi yang dimiliki perusahaan dan
digunakan di dalam operasi.
2. Bangunan ( Buildings ) adalah gedung permanen yang dimiliki dan
digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas usaha rutin.
3. Tanah (Land) adalah lahan berupa tanah
kosong atau lahan tempat suatu bangunan berdiri yang dimiliki dan digunakan
oleh perusahaan untuk aktivitas usaha rutin.
P A S I V A
A. Hutang Usaha ( Account Payable) adalah kewajiban untuk
membayar sejumlah uang, barang atau jasa kepada pihak lain yang timbul akibat
transaksi yang dilakukan perusahaan di masa lalu
B. Modal/Modal Saham (Capital/Capital Stocks = Owner’s Equity) menunjukkan setoran harta
pemilik kepada perusahaan yang sekaligus sebagai bukti kepemilikan. Setoran
harta dapat berupa uang tunai ataupun harta lain seperti mesin, tanah, gedung,
dsb.
PERSAMAAN AKUNTANSI
AKTIVA= PASIVA
Aktiva = Hutang + Modal
Aktiva – Hutang = Modal
Aktiva – Modal = Hutang


CONTOH KASUS
Tanggal 1 September 2006
Tn. Wahyu pemilik sekaligus
pengelola perusahaan Fotokopi “Cepat”
menyerahkan uang pribadinya sebesar
Rp120.000.000,00 sebagai modal usaha. Pada
tanggal ini pula dibayar uang sewa kios kepada
Tn. Salimi sebesar Rp3.600.000,00 untuk masa
sewa satu tahun.
Berdasarkan bukti transaksi, maka perusahaan akan
mencatatnya dalam persamaan dasar berikut ini:
Tanggal 2 September 2006
dibeli dengan tunai 5 unit mesin
fotokopi @ Rp15.000.000,00 dari Toko Eropa.
Transaksi terus terjadi
dan setiap hari dicatat dalam persamaan dasar, setiap terjadi transaksi harus
dihitung saldonya sehingga setiap saat dapat diketahui posisi keuangan
perusahaan.
Tanggal 3 September
2006
dibeli kredit 50 rem kertas HVS
ukuran folio @ Rp25.000.00 dan 25 rem kertas
HVS ukuran kwarto @ Rp23.000,00 serta 10
kantong tinta fotokopi @ Rp70.000,00 di Toko
Mitra.
Tanggal 9 September
2006
dicatat penerimaan uang
sebesar Rp3.000.000 dari pelanggan sebagai
pembayaran atas pekerjaan foto kopi dan jilid
pada minggu pertama.
Tanggal 10 September
2006
dikembalikan kepada Toko
Mitra 5 rem kertas HVS ukuran folio
dikarenakan rusak.
Tanggal 11 September 2006
Tn. Adili pegawai bagian servis
fotokopi meminta uang di kasir sebesar
Rp200.000,00 untuk membeli kertas sampul
sebanyak 50 lembar.
Tanggal 15 September
2006
dicatat penerimaan uang
sebesar Rp1.600.000,00 dari pelanggan sebagai
ongkos fotokopi pada minggu kedua.
Tanggal 17 September
2006
dibayar kepada Toko Mitra
uang sebesar Rp1.400.000,00 sebagai pembayaran
atas pembelian tanggal 3 September 2006.
Tanggal 18 September
2006
dibeli tunai 50 rem kertas HVS
ukuran folio @ Rp25.000,00 dan 25 rem kertas
HVS ukuran kwarto @ Rp23.000,00 serta 10
kantong tinta fotokopi @ Rp70.000,00 di Toko
Mitra.
Tanggal 20 September
2006
dibayar listrik dan telepon
untuk bulan September masing-masing senilai
Rp475.000,00 dan Rp400.000,00.
Tanggal 23 September
2006
diterima uang hasil fotokopi dan
jilid dari Toko Sukses senilai Rp11.252.000,00
Tanggal 24 September
2006
dibayar beban iklan untuk
bulan September senilai Rp500.000,00.
Tanggal 29 September
2006
telah diselesaikan dan
diserahkan pekerjaan fotokopi dan jilid sebesar
Rp11.700.000,00 diterima pembayaran sebesar
Rp9.750.000,00 dan diterima bulan depan
senilai Rp1.950.000,00.
Tanggal 30 September
2006
dibayar gaji karyawan sebesar
Rp7.500.000,00.
Pada akhir bulan yang
belum dibukukan (sebagai data penyesuaian) terdiri atas sebagai berikut :
a. Beban depresiasi
mesin fotokopi diperhitungkan dengan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai
sisa untuk masa manfaat 10 tahun, depresiasi tiap bulan. Rp 75.000.000
/ 10 x 12 bulan = Rp625.000, oleh karena itu beban depresiasi
untuk bulan September 2006 sebesar
Rp625.000.
b. Beban sewa ruangan
untuk bulan September 2006 Rp300.000,00
c. Perlengkapan
fotokopi (kertas, tinta dan lain-lain) yang masih ada di gudang Rp1.425.000,00
Berdasarkan transaksi
tersebut, dapat dicatat dalam persamaan dasar akuntansi selama periode waktu
satu bulan sebagai berikut :
