emotion jalan

Kamis, 15 November 2012

Definisi Bisnis



Kata bisnis sering terdengar dalam keseharian kita.  Seperti yang  saya dengar ketika bertemu dengan seorang kawan yang sudah lama tidak berjumpa. Lazimnya kita pasti berbasa-basi menanyakan kabar dan kondisinya sekarang.  Utamanya atau ujung-ujungnya pasti kondisi “keuangannya”, meskipun tidak secara langsung. Begitu pula yang saya lakukan dengan mengikuti tata pergaulan yang berlaku umum saat ini.  Kawan saya-pun menjawab bahwa saat ini Ia sudah tidak bekerja lagi tapi sedang  merintis bisnis pulsa dan “one stop payment”.

Ilustrasi diatas memperlihatkan bahwa saat ini orang sudah terbiasa menggunakan kata membangun bisnis daripada membangun usaha. Kenapa ?. Jawabannya mungkin bisa bermacam-macam, lebih keren, lebih modern, lebih global, atau mungkin supaya tidak ketinggalan jaman.  Lalu apa arti dan definisi dari bisnis itu sendiri ?

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada Konsumen  atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari Bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Sedangkan dalam kamus lengkap bahasa Inggris karangan Prof. Drs. S. Wojowasito dan W.J.S Poerwadarminta, business diterjemahkan menjadi : pekerjaan; perusahaan; perdagangan; atau urusan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung cakupannya
  • Penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
  • Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.”
  • Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:

1.   Perusahaan perseorangan: Perusahaan Perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.

2.   Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi Persekutuan Komanditer dan Firma.

3.   Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh Dewan Direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta Perusahaan.

4.   Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.

A.   Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentahatau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.

B.    Bisnis Jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.

C.        Pengecer dan Distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba.

D.     Bisnis Pertanian dan Pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.

E.   Bisnis Finacial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan Modal.

F.      Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).

G.      Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.

H.        Bisnis Real Estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan. 

I.         Bisnis Transpotasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

Definisi Bisnis Menurut Para Ahli 


1]  Musselman dan Jackson ( 1992 ) mereka mengartikan bahwa bisnis adalah suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat,perusahaan yang diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. 

2)  Gloss,Steade dan Lowry ( 1996 ) mereka mengartikan bahwa bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standart serta kualitas hidup mereka. 

3} Allan Afuah ( 2004 ) beliau mengartikan bahwa bisnis merupakan sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang di inginkan konsumen. 

4>  Brown Dan Petrello (1976 ) mengartikan bisnis sebagai suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Menurut Steinford, jika kebutuhan masyarakan meningkat, lembaga bisnis pun akan meningkat perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memproleh laba. 

5]  Mahmud Machfoedz juga berpendapat bahwa bisnis adalah suatu usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi agar bisa mendapatkan laba dengan cara memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

6}  T. Chwee (1990) Menurutnya, bisnis merupakan suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, menurut Grifin dan Ebert, bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. 

7)  Griffin dan Ebert (1996) Beliau mengartikan bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya. 

8)  Hughes dan Kapoor Beliau mengartikan bisnis adalah aktifitas  melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.

Berdasarkan dari beberapa pendapat para ahli atau pakar, saya mencoba mencoba menyimpulkan bahwa bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan baik oleh individu maupun sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk menciptakan  nilai (value) melalui produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta memperoleh keuntungan melalui transaksi atau jual beli. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa bisnis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 

     1)  Merupakan kegiatan individu atau kelompok. 
     2}  Terorganisasi (adanya manajemen). 
     3> Memproduksi barang atau jasa. 
     4]  Menciptakan nilai. 
     5)  Produksi dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 
     6}  Melakukan transaksi atau pertukaran 
     7> Mendapatkan laba (keuntungan) dari kegiatannya.

Dari ciri-ciri tersebut diatas, apakah yang dilakukan oleh kawan saya yang berjualan pulsa hp serta jasa perantara pembayaran listrik, telpon, pam dan lain-lain bisa dikatakan sebagai bisnis ?. Jelas ia memperlihatkan hampir semua ciri-ciri tersebut diatas. Namun bagaimana dengan ciri kedua, yaitu adanya manajemen. Terus terang saya lupa menanyakan hal ini kepada kawan saya karena saya kemudian asyik dengan peluang prospek “bisnis” tersebut di komplek perumahan, apalagi jika jenis barang atau jasanya ditambah dengan gas, bensin dan aqua galon.

Salam, semoga bermanfaat.

Sejarah Canon



Pada tahun 1933, sebuah laboratorium kecil yang didedikasikan untuk membuat kamera berkualitas tinggi didirikan di sebuah kamar apartemen sederhana di daerah Roppongi Tokyo. Pada saat itu, semua kamera berkualitas tinggi yang Eropa dengan mayoritas berasal dari Jerman.
Itu di ruangan kecil bahwa orang-orang muda dengan mimpi besar dengan sungguh-sungguh mulai bekerja pada menghasilkan kamera berkualitas tinggi Jepang, menandai awal dari Canon.
Melalui kerja keras dan dengan semangat giat, mereka akhirnya berhasil membangun sebuah prototipe, yang bernama Kwanon setelah dewi Buddha belas kasihan. Tahun berikutnya, pada tahun 1935, pertama kalinya 35mm Jepang focal-planeshutter kamera, Canon Hansa, lahir, bersama dengan merek Canon.
Berjuang untuk kamera terbaik di dunia

Pada tahun 1950, presiden pertama Canon, Takeshi Mitarai, pergi ke Amerika untuk pertama kalinya untuk menghadiri pameran perdagangan internasional. Setelah melihat pabrik-pabrik modern dan standar hidup yang tinggi tangan pertama, setelah kembali, ia membangun pabrik baja tahan api-beton bertulang di daerah Shimomaruko of Tokyo, yang ia lihat sebagai penting bagi Canon untuk berhasil dalam melakukan bisnis dengan dunia di besar. Mitarai juga membuat jelas rasa hormatnya terhadap kemanusiaan dengan menekankan pentingnya San-ji, atau Tiga Wawancara, semangat, prinsip bagi karyawan Canon. Pada tahun 1955, Canon membuat langkah pertamanya ke pasar global dengan pembukaan kantor AS di New York City. Pada tahun 1957, Canon menyiapkan distributor tunggal Eropa, Canon Europa, di Jenewa, Swiss. Pada 1967 ekspor sudah melampaui 50% dari total penjualan perusahaan.
Tantangan diversifikasi

Segera setelah pendiriannya, Canon sedang bekerja keras pada tahun 1941 pada diversifikasi sendiri dengan pengenalan pertama langsung kamera Jepang X-ray dan produk lainnya. Pada tahun 1960, perusahaan mengambil langkah-langkah lebih lanjut terhadap diversifikasi dengan menambahkan teknologi listrik, fisik dan kimia untuk teknologi yang optik dan presisi. Pada tahun 1964, Canon memasuki pasar peralatan kantor dengan debut pertama kalkulator dunia 10-kunci elektronik. Pada tahun 1967, slogan manajemen "kamera dalam, mesin yang tepat bisnis di tangan kiri" ini diresmikan pada tahun 1969 dan perusahaan ini berganti nama dari Kamera Canon Co, Inc untuk Canon Inc Canon mengambil tantangan untuk mengembangkan pertama Jepang plain-kertas menyalin mesin, yang diperkenalkan pada tahun 1970, dan menyadari diversifikasi lebih lanjut dari satu bidang menantang ke depan.
Menghindari bencana dengan Rencana Perusahaan Premier

Pada tahun 1970, Canon tumbuh menjadi 44,8 miliar yen dalam penjualan dan lebih dari 5.000 karyawan. Namun terkena guncangan dolar dan minyak, diikuti oleh masalah dengan komponen kalkulator layar cacat elektronik pada tahun 1974, perusahaan jatuh pada masa-masa sulit. Pada semester pertama tahun 1975, gagal untuk membayar dividen untuk pertama kalinya sejak menjadi perusahaan publik. Pada tahun 1976, Canon meluncurkan Perusahaan Premier nya Rencana, strategi ambisius untuk mengubah Canon menjadi "perusahaan global baik" melalui sarana seperti memperkenalkan onstitution kelompok usaha vertikal dan membangun pengembangan produksi, horizontal dan sistem penjualan. Rencananya mengusulkan cita-cita tinggi dan menggenang kekuatan karyawan, yang memungkinkan perusahaan untuk segera pulih.
Canon kedua pelantikan

Canon terus tumbuh di bawah Rencana Perusahaan Premier.
Dengan fajar usia komputer pribadi, Canon memperkenalkan ke dunia serangkaian produk yang belum pernah terlihat, di antaranya mesin fotokopi pribadi berdasarkan sistem cartridge all-in-one, printer laser dengan laser semikonduktor, dan Bubble sebuah Jet inkjet printer. Canon juga mulai mempromosikan produksi global dengan sungguh-sungguh di jalan untuk menjadi perusahaan global yang sangat baik. Kemudian, pada tahun 1988, ulang tahun ke-51 pendirian perusahaan, Canon mengumumkan peresmian kedua dan meluncurkan filosofi perusahaan nya Kyosei, istilah asing pada saat itu. Hal ini juga mulai mempromosikan kegiatan progresif dan berwawasan lingkungan seperti daur ulang cartridge toner di samping mengglobal situs perkembangannya.
Rencana Korporasi Luar global

Canon telah mengembangkan teknologi belum pernah terjadi sebelumnya dan dengan hati-hati dipelihara mereka untuk menciptakan peluang bisnis dan produk tak tertandingi oleh perusahaan lain. Tapi pada pertengahan 1990-an, divisi sistem bisnis yang telah ada sejak tahun 1970-an itu menunjukkan tanda-tanda keausan. Canon juga membawa utang lebih dari 840 miliar yen, yang berarti perusahaan perlu meningkatkan konstitusi keuangannya jika itu untuk melaksanakan jangka panjang R & D proyek dan memulai bisnis baru. Fujio Mitarai menjadi presiden perusahaan 6 Canon pada tahun 1995, dan pada tahun 1996 Rencana Korporasi Luar global diluncurkan. Mengubah pola pikir perusahaan dari parsial untuk optimasi total dan dari fokus pada penjualan untuk fokus pada keuntungan, rencana baru adalah awal dari inovasi yang mencirikan Canon hari ini.


Opini CANON

Conon adalah sebuah perusahaan dari jepang  yang berdiri sejak tahun 1933, sampai saat ini produk canon sudah diterima dimasyarakat luas didalam maupun diluar negeri.  Saat ini banyak pesaing pesaing yang yang ingin unggul di pasaran internasional, tapi sampai saat ini prodak canon tidak kalah saing dengan produk lainnya karena canon bisa berinovasi mengikuti trend yang sedang di gandumi oleh masyarakan luas saat ini, dengan produk  yang dikeluarkan oleh canon saat ini dengan memperhatikan perkembangan teknologi, membuktikan bahwa canon bisa menunjukan bahwa canon adalah produk yang diciptakan dengan kulitas tinggi sehingga Konsumen yang mempergunakan produk canon tidak merasa di kecewakan ataupun dirugikan karena produk yang telah digunakan.
Kesimpulannya Canon adalah salah satu perusahaan yang sangat pemperhatikan kualitas produknya agar para konsumen yang menggunakan prodaknya tidak akan kecewa karena Canon membuktikan dengan prodaknya yang berinovasi dari tahun ke tahun dengan mengikuti Trendi dengan mengimbangi perkembangan teknologi sehingga bisa diterima dimasyarakat luas