Menurut Hans (2012), Akuntansi adalah suatu sistem informasi keuangan, yang
bertujuan untuk menghasilkan dan melaporkan informasi yang relevan bagi
berbagai pihak yang berkepentingan. Dalam
buku Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis,
Henry, Akuntansi (accounting) adalah
proses pengukuran aktivitas ekonomi entitas dalam satuan uang dan mengkomunikasikan
hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.
Sedangkan bagi Henry, Akuntansi (accounting) adalah proses
pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian kejadian-kejadian ekonomi
suatu organisasi (perusahaan ataupun bukan perusahaan) kepada para pemakai
informasi berkepentingan.
Supriyono menjelaskan bahwa pengertian akuntansi
keuangan adalah proses pencatatan dan penggolongan, peringkasan, dan penyajian,
dari transaksi keuangan suatu badan usaha dengan cara yang sistematis, serta
penafsiran terhadap hasilnya dari laporan-laporan yang disajikan oleh
akuntansi. Tujuan akuntansi keuanganadalah sebagai alat pembantu untuk
menjalankan fungsi, alat komunikasi dan pertanggungjawaban dari manajemen
kepada berbagai pihak yang menggunakan laporan keuangan, sesuai kepentingan
masing-masing pemakai.
Disisi lain Farid dan Siswanto dalam Fahmi (2011)
menyatakan: “Laporan keuangan merupakan informasi yang mampu diharapkan mampu memberikan
bantuan kepada pengguna untuk membuat keputusan ekonomi bersifat finansial”.
Standard dan praktik akuntansi di setiap
Negara merupakan hasil dari interaksi yang kompleks diantara factor ekonomi,
sejarah, kelembagaan, dan budaya. Dapat diduga akan terjadinya perbedaan
antarnegara. faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi nasional
juga membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar-bangsa, antara lain :
1. Sumber
pendanaan
Di Negara-negara dengan pasar ekuitas
yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan
perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis
arus kas masa depan dan resiko terkait.
2. Sistem
Hukum
Sistem hokum menentukan bagaimana
individu dan lembaga berinteraksi
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak
secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat
pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam keperluan
pajak. Dengan kata lain, pajak keuangan dan pajak akuntansi adalah sama.
4. Ikatan
Politik dan Ekonomi
Ide dan teknologi akuntansi dialihkan
melalui penaklukan, perdagangan, dan kekuatan sejenis.
5. Inflasi
Inflasi mengaburkan biaya historis
melalui penurunan berlebihan terhadap nilai-nilai aset dan beban-beban terkait,
sementara disisi lain melakukan peningkatan berlebihan terhadap pendapatan.
Negara-negara dengan inflasi tinggi sering kali menuntut perusahaan-perusahaan
melakukan berbagai perubahan harga kedalam perhitungan keuangan mereka.
6. Tingkat
Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis
transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan
manakah yang paling utama. Jenis transaksi menentukan maslaah akuntansi yang
dihadapi. Saat ini, banyak perekonomian industry berubah menjadi perekonomian
jasa.
7. Tingkat
Pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang
sangat rumit (sophisticated) akan
menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan.
8. Budaya
Di sini budaya berarti nilai-nilai
dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari
pengaturan kelembagaan di suatu Negara (seperti sistem hukum). Hofstede
mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial) :
(1) individualisme,
(2) jarak kekuasaan,
(3) penghindaran ketidakpastian, dan
(4) maskulinitas.
Secara singkat, Individualisme (versus kolektivisme) merupakan kecenderungan
terhadap suatu tatanan sosial yang tersusun longgar dibandingkan terhadap
tatanan yang tersusun ketat dan saling
tergantung (saya versus kita). Jarak
kekuasaan adalah sejauh mana hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu
lembaga dan organisasi secara tidak adil dapat diterima. Penghindaran ketidakpastian adalah sejauh mana masyarakat tidak
merasa nyaman dengan ambiguitas dan suatu masa depan yang tidak pasti. Maskulinitas (versus feminitas) adalah sejauh mana peran
gender dibedakan serta kinerja dan pencapaian yang dapat dilihat (nilai-nilai
maskulin yang tradisional) ditekankan daripada hubungan dan perhatian
(nilai-nilai feminim yang tradisional).
EMPAT
PENDEKATAN TERHADAP PERKEMBANGAN AKUNTANSI
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan
oleh Mueller pertengahan tahun 1960-an. Ia mengidentifikasikan empat pendekatan
terhadap perkembangan akuntansi di Negara-negara barat dengan sistem ekonomi
berorientasi pasar.
1.
Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk
meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti
dan bukan memimpin kebijakan nasional.
2.
Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip
mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki
tujuan untuk bertahan hidup.
3.
Berdasarkan pendekatan disiplin independen, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan
berkembang secara ad hoc, dengan
perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba,
dan kesalahan.
4.
Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi
distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrative oleh
Pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian
akan memudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar